aku menyangi seseorang yang pernah aku bertatap muka dengannya, malam-malam hanya mendengar suaranya melalui handphone saja. hanya itu yang dapat menghilangkan sedikit rindu ku kepadanya.
Aku mencintai seorang yang yang tak pasti seorang yang tak pernah aku melihat wajahnya. hanya suara lembut dan manjanya yang aku cintai.. semoga dialah seorang yang akan menemani hidup ku. nanti pabila saatnya aku bertemu dengannya. aku akan memeluk nya. aku mencintainya meskipun hanya suaranya yang aku cintai.
Rabu, 27 Februari 2013
Jumat, 15 Februari 2013
Malam Ini
Malam ini 14-februari-2013. aku bertemu dengan seseorang yang pernah singgah di hatiku selama 3 tahun terakhir ini. seorang mantan yang pernah ingin menjadi bagian dari keluarga ku. namun takdir berkata lain sehingga mengakhiri hubungan kami.
dalam pertemuan kebetulan dan tak disengaja ini. dia bersama seorang kekasih barunya. aku hanya tersenyum bahagia melihat kebahagian mereka. semoga mereka menjadi sepasang kekasih yang selalu bahagia. dan aku berharap aku takkan berjumpa dengannya lagi. ini yang terakhir kalinya aku melihatnya dan dia melihat ku. bukan karena aku benci atau apa. namun aku tak mau ada kesalah pahaman antara aku dengan hubungan mereka.
aku hanya berharap baik aku maupun dia bahagia dengan jalan hidup yang telah kami pilih masing-masing
Kamis, 14 Februari 2013
Balasan Yang Kau berikan untuk Ibu mu
Kasih Sayang Seorang Ibu
oleh : Rini NB
Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak."NGGAK MAU!!"
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja seharian ini?"
Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!"
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, kau mengeluh,"Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.(opinum.com)
BIO
Aku Cinta Dia, Tapi aku Sadar Siapa Diriku.
Terlalu naif rasanya bila aku menginginkan bersanding dengan seorang bidadari.
terlalu tinggi hayal ku bila ku ingin di cintai seorang putri raja.
aku tau, rintangan sudah terlihat jelas dimata. kesombongan, keangkuhan, dan perbedaan telah menanti didepan sana yang hanya akan membunuh hati dan perasaan ku tanpa suara. baiknya aku urungkan saja keinginan ku, biarkan saja cinta ini mati bersama asa ku, biarkan semua rasa dan ketulusan ini terkubur dalam, dalam kesunyian hati ku.
Aku mencintai mu, bukan karena materi mu, aku juga tidak tau kenapa aku ini. kenapa tidak sadar jua akan keadaan ku..
aku menyayangi mu, dan mencintai mu, tapi aku sadar siapa diri ku.
terlalu tinggi hayal ku bila ku ingin di cintai seorang putri raja.
aku tau, rintangan sudah terlihat jelas dimata. kesombongan, keangkuhan, dan perbedaan telah menanti didepan sana yang hanya akan membunuh hati dan perasaan ku tanpa suara. baiknya aku urungkan saja keinginan ku, biarkan saja cinta ini mati bersama asa ku, biarkan semua rasa dan ketulusan ini terkubur dalam, dalam kesunyian hati ku.
Aku mencintai mu, bukan karena materi mu, aku juga tidak tau kenapa aku ini. kenapa tidak sadar jua akan keadaan ku..
aku menyayangi mu, dan mencintai mu, tapi aku sadar siapa diri ku.
Andai ia tau
Siapakah gerangan nama mu? Gadis yang selalu aku lihat duduk termenung di teras itu. setiap kali aku berpulang pergi dari kampung aku selalu melihat mu, ingin sebenarnya aku menyapa mu, namun aku tak kuasa. hanya senyum yang aku lihat dari bibir indah mu. terakhir kemaren tanggal 15, februari aku lewat di depan rumah mu dan aku melihat lambaian tangan mu. namun aku acuh tak acuh lewat santai membiarkan lambaian mu berlalu. seandainya saja ia tau betapa aku ingin membalas lambaian tangan mu. namun aku di himpit rasa kegugupan yang sangat dalam. tuhan aku ingin sekali bertemu dengannya untuk mengenalnya lebih dekat. dan andai saja ia tau itu.
Langganan:
Postingan (Atom)